Tuesday, June 26, 2018

Menuju Hidup Damai Dan Bahagia

Advertisement
Perut lapar bagi orang berkecukupan (kaya) hanyalah pertanda bahwa ia harus makan, tetapi berbeda bagi mereka yang miskin rasa lapar adalah sebuah tantangan berat yang harus diperjuangkan dengan cucuran keringat, air mata bahkan mempertaruhkan nyawa sekalipun. 

Tak dapat dihindari bahwa kebahagiaan hidup sangat diprioritaskan kepada sesuatu yang bersifat materi seperti tempat tinggal, kendaraan mewah dan berbagai fasilitas hidup yang menemani kita dalam keseharian. Keadaan seperti itu pada akhirnya seseorang akan terus berlomba-lomba mengejar apa yang diinginkan dan berupaya untuk menjadi pribadi yang dikenal sebagai orang kaya.

Artikel ini tanpa bermaksud menggurui tetapi sedikit saling mengingatkan. Menurut sebagian orang bahwa persoalan hidup adalah persolan persepsi, di mana masing-masing memiliki pandangan sendiri tentang menyikapi hidup, tidak ada jawaban yang akurat dan super. namun ada baiknya jika dimulai dari persepktif kesederhanaan dalam mendeksripsikan hidup bukan dari perspektif duniawi (materi) biar kita enggak kepanasan sehari-hari.

Berikut ini tips sederhana menuju hidup damai dan tentunya tenang tanpa harus bayar mahal untuk mencobanya yaitu ;

1. Khusnudzon (Prasangka Baik)

Khusnudzon secara etimologi berarti prasangka yang baik, berasal dari dua akar kata yaitu Khusnu artinya Baik dan Dzon artinya prasangka. Lawan katanya adalah Su'u-Dzon.

Khusnudzon secara terminologi adalah cara pandang (perspektif) sikap mental yang mengarahkan seseorang untuk senantiasa berpikir secara positif, gerak kejiwaan seseorang tersebut selalu mengedepankan kebaikan dalam pemikirannya. Prasangka baik kepada sesama, kepada diri sendiri dan kepada Sang Pencipta Allah SWT. Ini adalah termasuk dari bagian akhlaq terpuji (mahmudah) dan sangat baik untuk diterapkan karena darinya bisa berbuah pahala.

Aplikasi dalam kesehariannya adalah bisa menata perilaku kepada teman-teman dan antar sesama untuk tidak memicu pertengkaran dan perselisihan. Banyak manfaat yang terkandung dari sikap mental ini, terutama pada kejiwaan kita sendiri, diantaranya adalah menjaga persahabatan antar sesama dan terhindar dari munculnya ragam penyakit jiwa seperti iri, dengki dan dendam yang bisa saja berakibat pada penyakit fisik seperti hipertensi dan lemah jantung.

Sementara Su'udzon adalah kebalikan dari cara pandang khusnudzon, sikap mental yang mengarahkan seseorang untuk berpikir negatif dan menggerakkan jiwa seseorang untuk tidak mengedepankan maslahat. Dan ini adalah bagian dari akhlaq tercela (madzmumah).

Penerapan kesehariannya akan mengarahkan jiwa seseorang menjadi pribadi yang kaku, statis dan bahkan akan berakhir pada sikap mental egois, iri dan dengki yang selalu berpikir bahwa dirinya adalah yang terbaik. Dan sebagai pemicu persaingan yang menimbulkan pertengkaran. Sikap mental ini sangat tidak baik untuk dipelihara karena akan begitu melelahkan setiap harinya, ditambah pola pikir yang cenderung antagonis dan menyerang, seperti mencari kesalahan dan kelemahan orang lain. Banyak energi yang terkuras, Huft!

Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengarahkan sikap mental dan persepsi ini (khusnu-Dzon) kepada Allah SWT yang menciptakan kita dan yang memberi rizqi kepada kita. karena dari-Nya kita bisa menjalani hidup dan menikmati karunia-Nya. Tidak hanya terfokus pada satu tujuan yaitu materi atau harta benda melainkan kenikmatan sehat jasmani dan rohani. Karena bila diukur dari sisi materi maka masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita di luar sana.

2. Bersyukur

Ini dia.. bersyukur, pasti teman-teman sudah mengetahui makna dari bersyukur itu, contoh sederhananya adalah berbagi. Saya punya banyak makanan dan kemudian kita berbagi kepada teman-teman dengan makanan yang kita sukai. 

Bersyukur adalah sikap mental yang baik dan sangat terpuji yang mengarahkan seseorang untuk senantiasa berpikir dan bertindak untuk peduli.  

Bagaimana caranya untuk bersyukur ?

Beragam cara bisa dilakukan untuk bersyukur dengan niat dan tujuan yang lurus, tanpa mempertimbangkan atau karena sesuatu. Bagi orang yang berkecukupan tentu bisa mengungkapakan rasa bersyukur dengan cara berbagi, berinfaq dengan tujuan membantu hajat orang-orang di sekitar kita. Berbeda dengan zakat karena ia adalah kewajiban bagi yang mampu dan cara pembagiannya secara periodik dan memenuhi syarat rukunnya.

Nah, bagi teman-teman yang belum mampu berbagi dalam bentuk materi sebagai ungkapan syukur, maka kita bisa melakukannya dengan cara berbuat baik, sikap lemah lembut kepada teman dan menghormatinya, karena pada intinya rasa syukur bisa diaplikasikan dengan berbagai cara asalkan niat dan tujuan karena semata-mata bersyukur kepada Allah SWT, dan termasuk di dalamnya adalah khusnudzon karena berprasangka baik dan berpikir positif adalah sedekah dan sedekah merupakan bagian dari ungkapan bersyukur. 

Dengan demikian Insya Allah kita bisa menetralisir dari rasa kecemburuan, persaingan, ambisi prestise yang memungkinkan jiwa ini terus merasa kepanasan. Wallahu a'lam.

Bagaimana menurut Anda ?

Saturday, January 20, 2018

Bangga Menjadi Manusia

Advertisement
Predikat menjadi manusia yang telah dititahkan oleh Allah SWT merupakan anugerah luar biasa yang patut kita syukuri. Karena kita mendapatkan kelebihan-kelebihan yang tidak dapat dimiliki oleh makhluk lain, dimulai dari bentuk fisik yang sempurna dan dimensi sosial yang luas, seperti bisa terbang naik pesawat dan bisa menyelam dengan kapal selam. Dan terlebih kita diberi kebebasan dalam mengeksplorasi tempat tinggal yaitu bumi kita.

Mari kita pahami diri kita sebagai manusia, kenali anugerah terbesar itu dengan mengeksplorasi potensi kita dalam kehidupan sehari-hari.

1. Akal 

Kelebihan pertama dan yang utama adalah Akal. Pengertian sederhananya adalah media untuk mengenali mana yang baik dan mana yang tidak baik, dengan akal ini kita mampu mencerna objek dengan cermat seperti visual yang ditangkap oleh indra penglihatan kita, suara yang ditangkap oleh indra pendengaran kita dan seterusnya. Akal bisa membaca dengan cepat serta mengambil kepeutusan sesuai apa yang kita inginkan. Di dalamnya terdiri dari kecerdasan verbal, bahasa, analis, matematis, imajinasi dan kinetis. Dengan akal inilah manusia bisa beradaptasi dengan objek di sekitar kita.

2. Rasa (feel)

Manusia bukan seperti robot, dia bisa merasakan sakit dan bahagia. Kelebihan ini (rasa) bisa mengeksplorasi seseorang untuk bisa turut serta terlibat dalam interaksi jiwa. Di dalamnya meliputi berbagai faktor untuk bisa berempati dan membenci. Ilmu yang lebih spesifik dalam mengenal rasa ini adalah psikologi, ilmu yang lebih mengenal jiwa seseorang.

3. Karsa

Arti sederhananya adalah kekuatan rasa seseorang untuk berkehendak melakukan sesuatu (visi) atau energi kinetis yang kemudian dibaca oleh akal untuk bertindak. Contohnya, ketika kita melihat suatu objek atau tujuan, lalu rasa dalam diri kita menangkap kesukaan pada tujuan itu maka Karsa bergerak untuk mengeluarkan daya dalam jiwanya guna mencapai tujuan tersebut.

Dari tiga komponen yang dimiliki oleh manusia, secara teorits mungkin berbeda tetapi pada prakteknya ketiga komponen tersebut bisa bergerak secara bersamaan. 

Permasalahannya adalah bagaimana kita mempraktekan ketiga komponen itu sebagai makhluk yang diberi kelebihan di atas. Apakah akan digunakan sebagai kekuatan untuk bisa melakukan apa saja yang kita kehendaki, tanpa mempertimbangkan aturan-aturan atau norma yang baik. Untuk menjawab hal itu maka manusia membutuhkan sebuah aturan dalam hidupnya dan aturan itu adalah Agama. 

Dalam islam, manusia sangat ditempatkan di posisi terhormat karena dirinya diciptakan sebagai khalifah di bumi. maka seluruh rangkaian hidupnya harus memakai aturan yang harus dipahami oleh kita. Aturan itu adalah halal dan haramnya tentang apa yang kita makan (pangan) apa yang kita pakai (Sandang) dan apa yang kita tempati (Papan).

Dalam syari'at Islam telah diatur dengan jelas tentang hal itu, dengan tujuan memberikan rasa aman dan tenang kepada kita sebagai makhluk sosial, oleh karena itu secara substansi manusia telah diberikan pedoman hidup yang kuat agar bisa terwujud sebuah kebahagiaan yang bisa dirasakan bersama.  Allah SWT berfirman :

" Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah" (QS. Al Baqarah : 172)

Jika kita menghendaki kebahagiaan berupa ketenangan hati dalam menjalani hidup maka kita perlu berpegang teguh pada ajaran agama kita, karena sejatinya segala perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak di akhirat.
Mudah-mudahan kita semua menjadi manusia yang betul-betul manusia dalam arti kata sebagai makhluk yang menjaga predikat sebagai pemimpin di bumi dengan membawa rasa aman bagi kita semua.

Sunday, October 9, 2016

Alasan Menikah Itu Sehat

Advertisement
Beberapa alasan yang mengemuka tentang pernikahan, yaitu hal yang menyenangkan dan butiran untaian keharmonisan di antara pasangan merupakan kesimpulan yang telah dipahami secara bersama oleh kita. Namun ada alasan tersendiri kenapa dengan menikah kita bisa mencapai kesehatan absolut yang meliputi sisi jasmani dan rohani. 

Dalam Al Qur'an Allah SWT telah berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (QS. Ar-Rum : 21)

Pernikahan sejatinya adalah perpaduan dua insan untuk saling berbagi di saat kurang, mengisi di saat sendiri dan berempati di saat duka. Mengarungi kehidupan dengan saling menunaikan hak dan kewajiban di dalam rumah tangganya. Oleh karena itu, pasangan suami istri hendaklah saling membangun kepercayaan yang nyata mengingat dimensi permasalahan di saat berumah tangga sangat jauh berbeda sebelumnya ketika masih pendekatan (ta'aruf).

Saling mempercayai pasangan adalah kunci dalam membangun rumah tangga secara matang, karena pasangan kita adalah diri kita. Sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam Al Qur'an:
".. mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka". (QS. Al Baqoroh : 187)

Kemudian beberapa fakta yang membuktikan alasan kenapa dengan menikah itu menjadi sehat baik dari sisi fisik maupun psikis.

1. Emosi lebih terkendali
2. Keuangan Lebih Terarah
3. Tercipta komunikasi internal masing-masing keluarga
4. Meningkatkan Komunikasi Sosial

Soal menikah tidak selalu mengurusi kebutuhan hajat rumah tangga, tapi terkadang kita terpaku pada soal tersebut, karena dihinggapi oleh banyak faktor sehingga kita menjadi salah kaprah dalam menyikapinya. Namun akan menjadi lebih baik dan mudah ketika memenuhi hal tersebut secara bersama. Artinya ringan sama dijinjing berat sama dipikul.

Lebih dari itu pernikahan adalah media untuk mengembangkan kreatifitas dan cita-cita, karena janji Tuhan itu pasti dimana (Dia) akan memberikan ketenangan hati dan pikiran pada setiap pasangan yang menempatkan pernikahan sebagai sarana ibadah.  Untuk yang belum menikah, Hayo, kapan memulai merencanakan pernikahan, sebaikanya kita mulai dari sekarang yuk..
Powered by Blogger.

 

© 2013 INDEPENDENT. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top