Saturday, January 20, 2018

Bangga Menjadi Manusia

Advertisement
Predikat menjadi manusia yang telah dititahkan oleh Allah SWT merupakan anugerah luar biasa yang patut kita syukuri. Karena kita mendapatkan kelebihan-kelebihan yang tidak dapat dimiliki oleh makhluk lain, dimulai dari bentuk fisik yang sempurna dan dimensi sosial yang luas, seperti bisa terbang naik pesawat dan bisa menyelam dengan kapal selam. Dan terlebih kita diberi kebebasan dalam mengeksplorasi tempat tinggal yaitu bumi kita.

Mari kita pahami diri kita sebagai manusia, kenali anugerah terbesar itu dengan mengeksplorasi potensi kita dalam kehidupan sehari-hari.

1. Akal 

Kelebihan pertama dan yang utama adalah Akal. Pengertian sederhananya adalah media untuk mengenali mana yang baik dan mana yang tidak baik, dengan akal ini kita mampu mencerna objek dengan cermat seperti visual yang ditangkap oleh indra penglihatan kita, suara yang ditangkap oleh indra pendengaran kita dan seterusnya. Akal bisa membaca dengan cepat serta mengambil kepeutusan sesuai apa yang kita inginkan. Di dalamnya terdiri dari kecerdasan verbal, bahasa, analis, matematis, imajinasi dan kinetis. Dengan akal inilah manusia bisa beradaptasi dengan objek di sekitar kita.

2. Rasa (feel)

Manusia bukan seperti robot, dia bisa merasakan sakit dan bahagia. Kelebihan ini (rasa) bisa mengeksplorasi seseorang untuk bisa turut serta terlibat dalam interaksi jiwa. Di dalamnya meliputi berbagai faktor untuk bisa berempati dan membenci. Ilmu yang lebih spesifik dalam mengenal rasa ini adalah psikologi, ilmu yang lebih mengenal jiwa seseorang.

3. Karsa

Arti sederhananya adalah kekuatan rasa seseorang untuk berkehendak melakukan sesuatu (visi) atau energi kinetis yang kemudian dibaca oleh akal untuk bertindak. Contohnya, ketika kita melihat suatu objek atau tujuan, lalu rasa dalam diri kita menangkap kesukaan pada tujuan itu maka Karsa bergerak untuk mengeluarkan daya dalam jiwanya guna mencapai tujuan tersebut.

Dari tiga komponen yang dimiliki oleh manusia, secara teorits mungkin berbeda tetapi pada prakteknya ketiga komponen tersebut bisa bergerak secara bersamaan. 

Permasalahannya adalah bagaimana kita mempraktekan ketiga komponen itu sebagai makhluk yang diberi kelebihan di atas. Apakah akan digunakan sebagai kekuatan untuk bisa melakukan apa saja yang kita kehendaki, tanpa mempertimbangkan aturan-aturan atau norma yang baik. Untuk menjawab hal itu maka manusia membutuhkan sebuah aturan dalam hidupnya dan aturan itu adalah Agama. 

Dalam islam, manusia sangat ditempatkan di posisi terhormat karena dirinya diciptakan sebagai khalifah di bumi. maka seluruh rangkaian hidupnya harus memakai aturan yang harus dipahami oleh kita. Aturan itu adalah halal dan haramnya tentang apa yang kita makan (pangan) apa yang kita pakai (Sandang) dan apa yang kita tempati (Papan).

Dalam syari'at Islam telah diatur dengan jelas tentang hal itu, dengan tujuan memberikan rasa aman dan tenang kepada kita sebagai makhluk sosial, oleh karena itu secara substansi manusia telah diberikan pedoman hidup yang kuat agar bisa terwujud sebuah kebahagiaan yang bisa dirasakan bersama.  Allah SWT berfirman :

" Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah" (QS. Al Baqarah : 172)

Jika kita menghendaki kebahagiaan berupa ketenangan hati dalam menjalani hidup maka kita perlu berpegang teguh pada ajaran agama kita, karena sejatinya segala perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak di akhirat.
Mudah-mudahan kita semua menjadi manusia yang betul-betul manusia dalam arti kata sebagai makhluk yang menjaga predikat sebagai pemimpin di bumi dengan membawa rasa aman bagi kita semua.

Sunday, October 9, 2016

Alasan Menikah Itu Sehat

Advertisement
Beberapa alasan yang mengemuka tentang pernikahan, yaitu hal yang menyenangkan dan butiran untaian keharmonisan di antara pasangan merupakan kesimpulan yang telah dipahami secara bersama oleh kita. Namun ada alasan tersendiri kenapa dengan menikah kita bisa mencapai kesehatan absolut yang meliputi sisi jasmani dan rohani. 

Dalam Al Qur'an Allah SWT telah berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (QS. Ar-Rum : 21)

Pernikahan sejatinya adalah perpaduan dua insan untuk saling berbagi di saat kurang, mengisi di saat sendiri dan berempati di saat duka. Mengarungi kehidupan dengan saling menunaikan hak dan kewajiban di dalam rumah tangganya. Oleh karena itu, pasangan suami istri hendaklah saling membangun kepercayaan yang nyata mengingat dimensi permasalahan di saat berumah tangga sangat jauh berbeda sebelumnya ketika masih pendekatan (ta'aruf).

Saling mempercayai pasangan adalah kunci dalam membangun rumah tangga secara matang, karena pasangan kita adalah diri kita. Sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam Al Qur'an:
".. mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka". (QS. Al Baqoroh : 187)

Kemudian beberapa fakta yang membuktikan alasan kenapa dengan menikah itu menjadi sehat baik dari sisi fisik maupun psikis.

1. Emosi lebih terkendali
2. Keuangan Lebih Terarah
3. Tercipta komunikasi internal masing-masing keluarga
4. Meningkatkan Komunikasi Sosial

Soal menikah tidak selalu mengurusi kebutuhan hajat rumah tangga, tapi terkadang kita terpaku pada soal tersebut, karena dihinggapi oleh banyak faktor sehingga kita menjadi salah kaprah dalam menyikapinya. Namun akan menjadi lebih baik dan mudah ketika memenuhi hal tersebut secara bersama. Artinya ringan sama dijinjing berat sama dipikul.

Lebih dari itu pernikahan adalah media untuk mengembangkan kreatifitas dan cita-cita, karena janji Tuhan itu pasti dimana (Dia) akan memberikan ketenangan hati dan pikiran pada setiap pasangan yang menempatkan pernikahan sebagai sarana ibadah.  Untuk yang belum menikah, Hayo, kapan memulai merencanakan pernikahan, sebaikanya kita mulai dari sekarang yuk..

Sunday, July 10, 2016

5 Hal Sederhana Bisa Menjadi Motivasi

Advertisement
Bagi saudara yang saat ini tengah dirundung kegelisahan atau kejumudan dalam bertindak, yang ditandai dengan lesunya mengerjakan sesuatu yang sangat standar, atau semakin lemahnya tingkat komunikasi verbal dengan orang lain, atau mungkin kebutuhan yang meningkat namun poin yang didapat jauh dari ekspektasi diri. 

Yap, jangan katakan bahwa saat itu sedang down dan jangan pula mengatakan kita sedang mengalami krisis kepercayaan diri. Karena sugesti bisa timbul dari kata pertama yang anda ucapkan ketika berada dalam kegelisahan tersebut. Jika anda mengatakan pada sahabat anda bahwa saya sedang sedih, maka alam pikiran kita akan menerima sinyal negatif tentang kita, dan otak akan merespon dengan ungkapan "saya sedih" dan kemudian pikiran kita akan mengatakan hal itu secara berulang, "saya sedih...saya sedih" dan seterusnya.

Sebuah tanda motivasi diri yang paling tajam telah diungkap dalam Al Qur'an "Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Dan sesungguhnya di balik kesulitan itu terdapat kemudahan" (QS. As Sharh ayat 5-6)

Terjemahan bebasnya, ungkapan motivasi itu sangat final. Berapa pun level kesulitan yang kita hadapi, dan berapa pun jenjang usia kita pada saat itu. 

So, mensikapi diri untuk melahirkan sebuah motivasi hukumnya sangat wajib dilakukan. Dan untuk mengawali hal ini memang bukanlah perkara mudah, perlu kesadaran dan niat untuk menyikapinya. 

Oleh karena itu, untuk membangun kesadaran tersebut, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengakui "sesuatu" itu, apapun alasannya untuk menutupi hal itu tidak akan bisa menghilangkan peristiwa tersebut, karena dia telah terjadi dan pergi meninggalkan ruang gerak kita. Sederhananya kita tidak bisa kembali ke masa itu. 

Terkadang yang menjadi permasalahan adalah kita terjebak pada pola pikir "What If, Jika, Seandainya, Kalau Saja" dan sebagainya. Dan pemikiran seperti ini akan menimbulkan penyesalan yang berlarut-larut dan akan sangat fatal jika terus dipelihara.

Dan solusi terapi sederhana untuk mengatakan "saya bisa"! melewati permasalahan yang sedang kita hadapi adalah sebagai berikut:

1. Bercermin

Kita semua pasti mempunyai kaca di rumah masing-masing, di lemari kamar atau di kaca jendela rumah. tatap kaca itu dan lihatlah gambar siapa yang tampil disitu, ya Anda! Anda masih hidup kan? buktinya kita masih bisa berdiri, lalu rentangkan tangan anda, apakah masih bisa mengangkat. Yap, tangan anda ternyata masih bisa difungsikan. Lalu angkat kaki Anda satu, terserah yang kiri atau yang kanan, biasanya kaki kiri yang menjadi tumpuan, terus tahan nafas sejenak beberapa detik dan keluarkan secara perlahan, ternyata kita masih bisa bernafas! dan masih mampu untuk berdiri. Subhanallah.

2. Melihat Matahari

Ketika pada pagi atau siang hari, luangkan waktu sejenak untuk melihat matahari, fokuskan pada titik sinar matahari dan setelah itu alihkan penglihatan kita pada tempat sekitar yang terkena cahaya matahari. Otak kita akan merespon cepat dan menyesuaikan penglihatan mata ke area sekitar, tampak sedikit buram dan lalu terang seperti biasa. Apa maksudnya? Terdapat dua sisi yang kita maknai, pertama mata kita akan bekerja ekstra untuk melihat pemandangan dari area buram ke area terang, dan itu sangat melelahkan. Mata kita mampu membedakan durasi kerjanya antar masa buram dengan masa terang seperti biasa. Mana yang lebih lama, nampaknya mata kita lebih enjoy di masa terang. Kedua matahari tetap bertugas menyinari bumi meski terdapat manusia-manusia seperti kita yang terlalu melulu sibuk mempermasalahkan diri. Hmmm......

3. Melihat Langit Malam Hari

Dan ketika pada malam hari, apa yang anda lihat? cerah penuh kelip bentang, atau penuh awan mendung, saya yakin anda pasti setuju bahwa cahaya bulan dan kelip bintang akan bertahan lebih lama ketimbang mendung. Artinya, gemerlap kehidupan lebih banyak menanti di atas sana, bersyukur kepada Tuhan bahwa kita bisa melihat suasana malam sembari merenung betapa kecilnya diri kita di banding ciptaan Tuhan di atas sana.

4. Minum Air Putih

Mengonsumsi air putih akan membantu tubuh kita dalam bermetabolisme, sirkulasi oksigen ke dalam otak menjadi stabil dan bisa meringankan stres yang di alami saat itu. Relaksasi sangat diperlukan untuk menstabilkan ketegangan syaraf kita, dan jangan lupa sertakan dengan mengambil air wudlu karena percikan air ke wajah kita akan menetralisir kulit wajah dari sembab, ditambah manfaat spiritualitas di dalamnya. Berbeda dengan sekadar membersihkan muka.

5. Bangun Pagi

Kegiatan ini sangat baik dilakukan, karena aura pagi hari tepatnya selepas shubuh dapat meningkatkan rangsangan otak untuk dapat beraktifitas. Namun jika kita merasa terlalu berat untuk melakukannya, ada baiknya kita pasang timer pengingat waktu. Banyak manfaat dari bangun pagi meski hanya dilakukan cuma  sebentar saja.

Pasrahkan diri kepada Tuhan, karena sejatinya kita akan kembali kepada-Nya, dan yakinlah sesungguhnya Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya terjebak pada suatu masalah kecuali Dia memberikan jalan keluar-Nya. Semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.

 

© 2013 INDEPENDENT. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top