Sunday, October 9, 2016

Alasan Menikah Itu Sehat

Advertisement
Beberapa alasan yang mengemuka tentang pernikahan, yaitu hal yang menyenangkan dan butiran untaian keharmonisan di antara pasangan merupakan kesimpulan yang telah dipahami secara bersama oleh kita. Namun ada alasan tersendiri kenapa dengan menikah kita bisa mencapai kesehatan absolut yang meliputi sisi jasmani dan rohani. 

Dalam Al Qur'an Allah SWT telah berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (QS. Ar-Rum : 21)

Pernikahan sejatinya adalah perpaduan dua insan untuk saling berbagi di saat kurang, mengisi di saat sendiri dan berempati di saat duka. Mengarungi kehidupan dengan saling menunaikan hak dan kewajiban di dalam rumah tangganya. Oleh karena itu, pasangan suami istri hendaklah saling membangun kepercayaan yang nyata mengingat dimensi permasalahan di saat berumah tangga sangat jauh berbeda sebelumnya ketika masih pendekatan (ta'aruf).

Saling mempercayai pasangan adalah kunci dalam membangun rumah tangga secara matang, karena pasangan kita adalah diri kita. Sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam Al Qur'an:
".. mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka". (QS. Al Baqoroh : 187)

Kemudian beberapa fakta yang membuktikan alasan kenapa dengan menikah itu menjadi sehat baik dari sisi fisik maupun psikis.

1. Emosi lebih terkendali
2. Keuangan Lebih Terarah
3. Tercipta komunikasi internal masing-masing keluarga
4. Meningkatkan Komunikasi Sosial

Soal menikah tidak selalu mengurusi kebutuhan hajat rumah tangga, tapi terkadang kita terpaku pada soal tersebut, karena dihinggapi oleh banyak faktor sehingga kita menjadi salah kaprah dalam menyikapinya. Namun akan menjadi lebih baik dan mudah ketika memenuhi hal tersebut secara bersama. Artinya ringan sama dijinjing berat sama dipikul.

Lebih dari itu pernikahan adalah media untuk mengembangkan kreatifitas dan cita-cita, karena janji Tuhan itu pasti dimana (Dia) akan memberikan ketenangan hati dan pikiran pada setiap pasangan yang menempatkan pernikahan sebagai sarana ibadah.  Untuk yang belum menikah, Hayo, kapan memulai merencanakan pernikahan, sebaikanya kita mulai dari sekarang yuk..

Sunday, July 10, 2016

5 Hal Sederhana Bisa Menjadi Motivasi

Advertisement
Bagi saudara yang saat ini tengah dirundung kegelisahan atau kejumudan dalam bertindak, yang ditandai dengan lesunya mengerjakan sesuatu yang sangat standar, atau semakin lemahnya tingkat komunikasi verbal dengan orang lain, atau mungkin kebutuhan yang meningkat namun poin yang didapat jauh dari ekspektasi diri. 

Yap, jangan katakan bahwa saat itu sedang down dan jangan pula mengatakan kita sedang mengalami krisis kepercayaan diri. Karena sugesti bisa timbul dari kata pertama yang anda ucapkan ketika berada dalam kegelisahan tersebut. Jika anda mengatakan pada sahabat anda bahwa saya sedang sedih, maka alam pikiran kita akan menerima sinyal negatif tentang kita, dan otak akan merespon dengan ungkapan "saya sedih" dan kemudian pikiran kita akan mengatakan hal itu secara berulang, "saya sedih...saya sedih" dan seterusnya.

Sebuah tanda motivasi diri yang paling tajam telah diungkap dalam Al Qur'an "Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Dan sesungguhnya di balik kesulitan itu terdapat kemudahan" (QS. As Sharh ayat 5-6)

Terjemahan bebasnya, ungkapan motivasi itu sangat final. Berapa pun level kesulitan yang kita hadapi, dan berapa pun jenjang usia kita pada saat itu. 

So, mensikapi diri untuk melahirkan sebuah motivasi hukumnya sangat wajib dilakukan. Dan untuk mengawali hal ini memang bukanlah perkara mudah, perlu kesadaran dan niat untuk menyikapinya. 

Oleh karena itu, untuk membangun kesadaran tersebut, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengakui "sesuatu" itu, apapun alasannya untuk menutupi hal itu tidak akan bisa menghilangkan peristiwa tersebut, karena dia telah terjadi dan pergi meninggalkan ruang gerak kita. Sederhananya kita tidak bisa kembali ke masa itu. 

Terkadang yang menjadi permasalahan adalah kita terjebak pada pola pikir "What If, Jika, Seandainya, Kalau Saja" dan sebagainya. Dan pemikiran seperti ini akan menimbulkan penyesalan yang berlarut-larut dan akan sangat fatal jika terus dipelihara.

Dan solusi terapi sederhana untuk mengatakan "saya bisa"! melewati permasalahan yang sedang kita hadapi adalah sebagai berikut:

1. Bercermin

Kita semua pasti mempunyai kaca di rumah masing-masing, di lemari kamar atau di kaca jendela rumah. tatap kaca itu dan lihatlah gambar siapa yang tampil disitu, ya Anda! Anda masih hidup kan? buktinya kita masih bisa berdiri, lalu rentangkan tangan anda, apakah masih bisa mengangkat. Yap, tangan anda ternyata masih bisa difungsikan. Lalu angkat kaki Anda satu, terserah yang kiri atau yang kanan, biasanya kaki kiri yang menjadi tumpuan, terus tahan nafas sejenak beberapa detik dan keluarkan secara perlahan, ternyata kita masih bisa bernafas! dan masih mampu untuk berdiri. Subhanallah.

2. Melihat Matahari

Ketika pada pagi atau siang hari, luangkan waktu sejenak untuk melihat matahari, fokuskan pada titik sinar matahari dan setelah itu alihkan penglihatan kita pada tempat sekitar yang terkena cahaya matahari. Otak kita akan merespon cepat dan menyesuaikan penglihatan mata ke area sekitar, tampak sedikit buram dan lalu terang seperti biasa. Apa maksudnya? Terdapat dua sisi yang kita maknai, pertama mata kita akan bekerja ekstra untuk melihat pemandangan dari area buram ke area terang, dan itu sangat melelahkan. Mata kita mampu membedakan durasi kerjanya antar masa buram dengan masa terang seperti biasa. Mana yang lebih lama, nampaknya mata kita lebih enjoy di masa terang. Kedua matahari tetap bertugas menyinari bumi meski terdapat manusia-manusia seperti kita yang terlalu melulu sibuk mempermasalahkan diri. Hmmm......

3. Melihat Langit Malam Hari

Dan ketika pada malam hari, apa yang anda lihat? cerah penuh kelip bentang, atau penuh awan mendung, saya yakin anda pasti setuju bahwa cahaya bulan dan kelip bintang akan bertahan lebih lama ketimbang mendung. Artinya, gemerlap kehidupan lebih banyak menanti di atas sana, bersyukur kepada Tuhan bahwa kita bisa melihat suasana malam sembari merenung betapa kecilnya diri kita di banding ciptaan Tuhan di atas sana.

4. Minum Air Putih

Mengonsumsi air putih akan membantu tubuh kita dalam bermetabolisme, sirkulasi oksigen ke dalam otak menjadi stabil dan bisa meringankan stres yang di alami saat itu. Relaksasi sangat diperlukan untuk menstabilkan ketegangan syaraf kita, dan jangan lupa sertakan dengan mengambil air wudlu karena percikan air ke wajah kita akan menetralisir kulit wajah dari sembab, ditambah manfaat spiritualitas di dalamnya. Berbeda dengan sekadar membersihkan muka.

5. Bangun Pagi

Kegiatan ini sangat baik dilakukan, karena aura pagi hari tepatnya selepas shubuh dapat meningkatkan rangsangan otak untuk dapat beraktifitas. Namun jika kita merasa terlalu berat untuk melakukannya, ada baiknya kita pasang timer pengingat waktu. Banyak manfaat dari bangun pagi meski hanya dilakukan cuma  sebentar saja.

Pasrahkan diri kepada Tuhan, karena sejatinya kita akan kembali kepada-Nya, dan yakinlah sesungguhnya Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya terjebak pada suatu masalah kecuali Dia memberikan jalan keluar-Nya. Semoga bermanfaat.

Wednesday, July 6, 2016

Berpuasa Di Kota Osaka Jepang

Advertisement
Di bulan Ramadhan 1437 Hijriah ini kebetulan ada saudara yang mendapat tugas kerja di luar negeri yaitu Jepang negeri Matahari Terbit. Tugas ini pun tidak disia-siakan mengingat seumur hidup belum pernah merasakan ke luar negeri apalagi berpuasa di negara non muslim,  dengan tenggang waktu selama 15 hari. Wow berpuasa di luar negeri? jadi kayak acara di tivi gitu...

Setelah saudara saya mudik dari Jepang, saya pun tidak menyiakan-nyiakan untuk sedikit bertanya pengalamannya selama di Jepang, yaa.. itung-itung sebagai bahan postingan blog dan sedikit numpang narsis lah yaaa hehe...

Berpuasa di Jepang yang mayoritas non muslim menjadi tantangan tersendiri dalam menjalaninya, bayangkan saja tidak hanya puasa yang terkesan sendirian tetapi juga durasi waktu dalam menjalaninya. Terlebih tempat yang dikunjungi jauh dari komunitas muslim di Jepang. Tempat kerja saudara saya tepatnya di kota Osaka, butuh 1 jam perjalanan dari bandara internasional Kansai Jepang.
 
Waktu di Jepang tentu berbeda dengan Indonesia, kalau di negeri kita waktu imsak sekitar pukul 4.15 WIB dan berbuka puasa sekitar jam 18.00 WIB atau berpuasa selama 14 jam. Sementara di Jepang waktu imsak pukul 02.00 dan waktu berbuka pukul 19.00 atau sekitar 3 jam lebih lama di banding waktu Indonesia.
Selama berpuasa di Jepang tidak berpengaruh pada kesehatan tubuh, mengingat suhu di kota Osaka tidak begitu menyengat seperti di Indonesia, jadi tidak terlalu berasa dahaga. Di tambah keadaan orang-orang disekitar yang sangat disiplin dalam bersikap, seperti tidak makan dan minum sambil berjalan di pinggir kota, atau kedai makanan yang menggoda selera. Di kota Osaka warganya sangat patuh pada perintah menjaga kebersihan dan rambu lalu lintas yang sudah diatur dalam aturan digital.
 
Osaka Jepang
Sudut Kota Osaka Jepang

Pasar Tradisional
Pasar Tradisional di Jepang

Bahkan untuk membeli sebungkus rokok saja harus melalui proses scanning sidik jari, ini bertujuan untuk mengetahui batas usia si pembeli yang kemudian dicocokkan dengan data personal yang terdapat pada database pusat. Sementara si saudara tidak memiliki data sidik jari, ya terpaksa harus menggunakan pasport. Wow aturan yang sangat ketat. Hmm.. saya pikir, orang kalau mau beli rokok ya tinggal nyelonong aja ke situ, ke warung pinggir jalan, seperti warung mang Muslek.
 
Setelah berpuasa seharian, saatnya waktu untuk berbuka puasa. walaupun agak kepo sedikit kayaknya tidak sabar untuk mencicipi kuliner Jepang. Keciri orang kampung masuk Jepang, pas melihat makanan di resto cepat saji, yang didapat semuanya masih mentah, di kira kayak warteg gitu, bisa langsung makan. Tapi di meja makan sudah disiapkan kompor mini dan alat masak, jadi semuanya diolah sesuai dengan selera masing-masing. Jadi bener kayak di tivi-tivi gitu, kuliner Jepang sebagian besar mentah tapi lezat, tidak lupa juga tetap memperhatikan label halal atau tidak pada kuliner tersebut.

Kuliner Jepang

 
Kuliner Jepang

Yah demikian sedikit berbagi pengalaman berpuasa di negeri Sakura, semoga ibadah puasanya diterima yah, dan tentunya bisa nambah pahala mengingat sangat berasa cobaannya.

Powered by Blogger.

 

© 2013 INDEPENDENT. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top